Sabtu, 30 November 2019

Resume Pendalaman Terapi Sholat Bahagia


LAPORAN
PENDALAMAN TERAPI SHOLAT BAHAGIA
PTSB atau bisasa disebut dengan Pendalaman Terapi Sholat Bahagia merupakan pelatihan/ pendalaman yang didirikan oleh Prof. H. Moh. Ali Aziz M. Ag sekaligus sebagai trainer dan founder Pelatihan Terapi Shalat Bahagia (PTSB) dan Yayasan Kun Yakuta Fondation yang mempunyai kantor di Gang 1 Siwalankerto No. 141 Surabaya, Jawa Timur. Beliau merupakan guru besar/dosen pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya sejak tahun 2004, beliau juga termasuk trainer internasional, unsur Ketua Majlis Ulama Indonesia Jawa Timur, Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank Jatim (2011-sekarang), Konsultan Pendidikan Yayasan Khadijah (2011-sekarang), Pengisi Mimbar Islam di TVRI Jatim, Kajian Terapi Shalat Bahagia di RRI Jakarta pro. 1 dan 4 (91.2 FM dan 92.8 FM) dan Radio El Victor Surabaya 93.3 FM, beliau juga Pendakwah internasional sekaligus Imam shalat taraweh yang sudah berkeliling di Benua Asia, Eropa bahkan Afrika, seperti umat islam di Hongkong, Macau, Senzhen, Taiwan (2000-sekarang), Malaysia (2004), Jepang (2006 dan 2013), Iran (2008,2009,2010), Mauritius-Afrika (2000), Inggris (2005), Belanda (2007), Bangladesh (2013, 2014, 2015) dan Nepal (2015). Di PTSB lah ini orang bisa merasakan dahsyatnya kekuatan energy sholat.
PTSB ini merupakan implementasi dari buku 60 menit terapi sholat bahagia karya Prof. H. Moh. Ali Aziz M. Ag dan di sisi lain hal ini dilatarbelakangi beliau juga pernah merasakn sakit. Hal inilah yang membuat beliau ingin menjadikan sholat sebagai sarana untuk terapi penyembuhan dan  mendapatkan kedahsyatan pengaruh shalat terhadap kehidupan manusia dengan kata kunci SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI SOSIAL. Hal ini sesuai dengan keinginan beliau untuk menjembatani arti yang penuh dengan makna yaitu panggilan hayya ‘alas shalah (ayo shalat) menuju hayya ‘alal falah (ayo sukses dan bahagia). Kebanyakan orang-orang berfikiran bahwa hayya ‘alal falaah hanya berarti mari menuju kemenangan, sebenarnya lebih dari itu  PTSB ini ingin konsrtibusi bagi umat islam untuk memberikan bimbingan dan pelatihan/pendalaman serta  praktek sholat agar para peserta bisa lebih kuat dan bisa memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah, percaya diri, optimis. Ribuan orang di Indonesia, Amerika Serikat, Kanada, Belanda, Swiss, Belgia, Tokyo, Taiwan, Hong Kong, Bangladesh dan sebagainya telah mengikuti pelatihan terapi sholat bahagia ini. Mereka merasakan kenikmatan shalat, berfikir positif, dan optimis menjalani hidup, bahkan sebagian sembuh dari penyakit bersamaan dengan pengobatan oleh dokter. Di sinilah kita mnegetahui  bahwa pada dasarnya tujuan utama sholat adalah kokohnya mindset T2Q (Tawakkal, tumakininah, dan qona’ah). Banyak dari peserta dari PTSB ini yang mengalami perubahan secara berangsur-angsur. Beliau sudah banyak membuktikannya dengan berbagai laporan dari beberapa peserta yang telah mengalami perubahan baik itu penyakit baik penyakit kepala, penyakit organ dalam, ataupun penyakit phobia dengan hal-hal tertentu. Beliau telah mengadakan kegiatan pendalaman/pelatihan terapi sholat bahagia di berbagai tempat di Indonesia, Kawasan Asia atau bahkan di Eropa. Ada 59 PTSB antara lain Seperti TSB Masjid Wanchai Hong Kong PTSB Masjid Besar Taichung PTSB Mushalla FKPIT Yilan Taiwan, PTSB Freeport, PTSB Aula Kendedes Luzhou Taipei  PTSB Bappeprov Jatim, PTSB Dokter/karyawan/umum RS Haji Surabaya PTSB (Angkatan I-V) Masjid Al Qolbu Sidoarjo, PTSB Guru-Guru Teladan Tuban, PTSB Guru-guru SMA Khadijah Surabaya, PTSB Lembaga-lembaga Sosial Khadijah.
Pendalaman terapi sholat bahagia (PTSB) ini sangat sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan beliau sendiri memberikan perhatian ekstra terhadap masalah shalat. Beliau Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan contoh pelaksanaannya secara detail, dari awal sampai akhir, dari takbir sampai salam. Ini semua menunjukkan pentingnya shalat dalam Islam. Harusnya ini sudah sepatutnya menjadikan sholat sebagai motivasi bagi kita khususnya kaum Muslimin untuk selalu bersemangat dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Terlebih jika kita memperhatikan berbagai keitimewaan shalat, maka tidak ada alasan lagi bagi kita untuk bermalas-malasan dalam melaksanakannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَجُعِلَتْ قُرَّةَ عَيْنٍ فِيْ الصَّلَاةِ
dan telah dijadikan penghibur (penghias) hatiku (kebahagiaanku) pada shalat.” (HR. An-Nasai. Shalat merupakan ibadah yang sangat dicintai Allah, dialah amal yang merupakan salah satu dari  lima rukun Islam. Ciri utama seorang mukmin sejati adalah menegakkan shalat wajib yang lima waktu dan ibadah tersebut dilakukan dengan keimanan karena mengharap ridha-Nya. Dengan harapan  amalan yang mulia ini agar diterima di sisi Allah swt.  Maka harus kita sepatutnya meneladani dan mencontoh bagaimana petunjuk Allah dan Rasul-Nya dalam melakukannya baik itu gerakan maupun bacaannya. Shalat yang dilakukan dengan benar dan ikhlas, akan membuat hati bahagia, jiwa damai, dan menghilangkah kegelisahan hidup. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh dalam mengerjakan shalat baik dalam keadaan lapang, maupun saat terhimpit suatu masalah. Dari sahabat Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Bila kedatangan masalah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat.” (HR. Ahmad) Shalat adalah media penting untuk mendekatkan diri pada Allah Ta’ala, lebih-lebih saat sujud, ia akan merasa semakin dekat dengan Allah Ta’ala. Allah-lah tempat hamba mengadu, memohon pertolongan dan hati seorang mukmin akan tenteram ketika shalat. Oleh karena itu, kita diperintahkan Allah Ta’ala untuk memperbanyak doa dan permohonan kepada-Nya dengan shalat ketika jiwa kita galau, cemas, merasa gundah, dan mengalami berbagai kesulitan hidup yang menghimpit. Beliau juga berkata kepada sahabat Bilal radhiyallahu ‘anhu: “Wahai Bilal, kumandangkan iqamah shalat, buatlah kami tenang dengannya.” (Dihasankan al-Albani).
Dr. Hasan bin Ahmad bin Hasan al-Fakki berkata, ”Tatkala shalat dijadikan sebagai pembangkit ketenangan dan ketenteraman (jiwa) serta sebagai terapi psikologis maka tidak mengherankan jika sebagian dokter jiwa menganggapnya sebagai terapi utama dalam penyembuhan para pasien penyakit jiwa. Salah seorang di antara mereka ada yang mengatakan bahwa sepertinya shalat ini salah satu terapi yang mampu mendatangkan kehangatan jiwa manusia. Sesungguhnya shalat bisa menjauhkan dirimu dari segala kesibukan yang membuatmu gundah dan resah. Shalat ini pun mampu membuatmu merasa tidak menyendiri dalam hidup ini dan mampu membuatmu merasakan bahwa Allah menyertaimu. Di samping itu, ternyata shalat mampu memberimu kekuatan dalam bekerja, yang sebelumnya dirimu tidak mampu berbuat apa-apa. Maka pergilah ke kamar tidurmu! Lalu mulailah melakukan shalat untuk menghadap Rabbmu.” (Ahkam al-Adwiyah Fii asy-Syari’ah al–Islamiyah, hlm. 549-550)
Sungguh beruntung dan bahagia seorang mukmin ketika shalat yang dilakukan dengan khusyuk dan jiwanya menjadi tenang karena ia berkomunikasi dengan tuhannya. Dzat yang mampu menyingkirkan kesulitan dan Dzat yang selalu memberi kebahagiaan hidup dunia dan akhirat. Ibnu al-Qayyim menjelaskan faedah shalat. Beliau mengatakan bahwa shalat termasuk faktor dominan dalam mendatangkan maslahat dunia dan akhirat, serta menyingkirkan keburukan dunia dan akhirat. Ia menghalangi dari dosa, menolak penyakit hati, mengusir kelukaan fisik, menerangi kalbu, mencerahkan wajah, menyegarkan anggota tubuh dan jiwa, dan memelihara kenikmatan, menepis siksa, menurunkan rahmat, dan menyibak tabir permasalahan.”
Sudah menjadi kewajiban bagi umat Islam untuk menjalankan salat lima waktu. Banyak pelajaran yang kita ambil di dalam setiap gerakan sholat. Tak hanya sebagai sarana beribadah, gerakan salat juga diyakini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh menurut riset sains yaitu sebagai berikut:
1.      Takbiratul Ihram : Mengangkat kedua tangan sampai posisi tangan sejajar dengan telinga. Lalu didekapkan dibawah dada atau perut. Makna mengangkat tangan ketika takbir adalah menunjukan bahwa seorang hamba itu seakan-akan tenggelam dalam lautan kesalahan-kesalahan dan kemaksiatan. Oleh sebab itu, ia mengangkat kedua tangannya seakan ia mengatakan “Wahai Tuhanku, ambillah kedua tanganku, sungguh aku sedang tenggelam dalam lautan kesalahan-kesalahan dan kemaksiatan yang telah lari dari-Mu dan ingin menuju-Mu.” Sedangkan bacaan (Al-Fatihah dan surah) adalah suatu teguran atau komunikasi antara seorang hamba dengan Tuhannya. Manfaat : dapat memperlancar aliran darah dan getah bening didalam tubuh. Selain itu juga dapat memperkuat otot bagian tangan, dimana hal tersebut dikarenakan oleh gerakan mengangkat tangan yang dapat meregangkan otot bagian tangan.
2.      Rukuk : Dimana posisi tubuh kita pada saat rukuk itu membungkuk dengan sudut 45 derajat dan posisi tangan membentuk siku dengan menahan ke bagian paha atau lutut kaki. makna ruku’ adalah seakan-akan seorang yang sedang melaksanakan shalat itu mengatakan, “Akulah hamba-Mu, dan sungguh aku telah menghamparkan tanganku kepadaMu.” Manfaat : dapat menjaga struktur tulang belakang kita dalam posisi yang tegak atau sempurna, dan juga menjaga posisi saraf pusat tetap baik. Selain itu juga dapat memperlancar aliaran darah dari otak ke seluruh bagian tubuh.
3.      I'tidal : Posisi tubuh kita bangkit dan berdiri tegak sesaat. makna berdiri dari ruku’ disertai dengan mengucapkan rabbanaa lakal hamdu (Ya Tuhan kami, segala puji bagiMu) adalah suatu permohonan kepada Allah swt. agar dibebaskan dari segala dosa. Lalu Allah swt. seakan-akan berfirman, “Sungguh aku telah membebaskanmu dari segala dosa.” Manfaat : membuat pencernaan menjadi lebih bagus, karena gerakan ini berporos pada bagian perut yang terdapat bermacam-macam organ pencernaan, sehingga perut kita serasa sedang dipijat.
4.      Sujud : Dahi menyentuh lantai dengan posisi kedua kaki ditekuk sedangkan tangan juga menyentuh ke lantai. Makna dari sujud yang pertama dan diletakkannya dahi di atas tanah adalah seakan-akan seorang hamba itu berkata, “Dari tanahlah Engkau menciptakanku.” Kemudian makna sujud yang kedua adalah seakan-akan ia mengatakan, “Dan di dalamnya lah Engkau akan mengembalikanku (dikubur di dalam tanah ketika meninggal dunia)”. Manfaat : membuat aliran darah yang menuju ke otak menjadi lebih lancar, dan membuat daya berpikir seseorang akan menjadi lebih baik. Disarankan : ketika sedang bersujud itu jangan tergesa-gesa atau menggunakan waktu sujud sedikit lebih lama. Sehingga aliran darah ke otak semakin baik.
5.      Duduk Diantara Dua Sujud : Posisi ini sama dengan Tahiyatul Awal, dengan posisi duduk dengan kaki sebagai tumpuan. makna mengangkat kepala dari sujud yang pertama adalah seakan-akan ia mengatakan, “Darinya (tanah) Engkau mengeluarkanku.” Dan makna bangun dari sujud yang kedua adalah seakan-akan ia mengatakan, “Dan darinya (tanah) Engkau mengeluarkanku lagi (dibangkitkan di hari Kiamat untuk dihisab).” Manfaat : dapat menghilangkan rasa nyeri pada bagian pangkal paha yang menjadikan seseorang  itu akan susah untuk berjalan.
 Saatnya kita meraih energi baru, inspirasi, optimisme, rasa percaya diri dan solusi atas masalah-masalah belajar Anda melalui terapi shalat. Mungkin ketika kita tiba-tiba tidak mood belajar, sulit menghafal, minder dalam kelas dan pergaulan, menghadapi dosen killer, HP, game dan internet, kekurangan biaya, belajar sambil bekerja aktif organisasi, dan sebagainya. Mulailah dari sekarang kita rajin sholat apapun sholat itu dan terbitkan harapan-harapan baru bersamaan dengan terbitnya mentari setiap pagi. Benamkan semua masalah Anda bersamaan dengan terbenamnya mentari di sore hari. Selamat bersiap menyambut masa depan yang cemerlang dan membanggakan. Semoga shalat yang selalu kita lakukan mampu membuat kita menjadi hamba-Nya yang banyak bersyukur, membuat hati lebih tunduk pada Allah, dan membersihkan hati dari penyakit hati sehingga tenang dan damai dalam menghambakan diri pada-Nya. Aamiin.


SEJARAH LAHIRNYA GERAKAN WAHABI DI ARAB SAUDI

 SEJARAH LAHIRNYA GERAKAN WAHABI DI ARAB SAUDI Bermula pada mundurnya kekhalifahan turki ustmani di daerah kekuasaannya khususnya di timur t...