LAPORAN
PENDALAMAN TERAPI SHOLAT BAHAGIA
PTSB atau bisasa disebut dengan Pendalaman Terapi Sholat Bahagia
merupakan pelatihan/ pendalaman yang didirikan oleh Prof. H. Moh. Ali Aziz M.
Ag sekaligus sebagai trainer dan founder Pelatihan Terapi Shalat Bahagia (PTSB)
dan Yayasan Kun Yakuta Fondation yang mempunyai kantor di Gang 1 Siwalankerto
No. 141 Surabaya, Jawa Timur. Beliau merupakan guru besar/dosen pascasarjana
UIN Sunan Ampel Surabaya sejak tahun 2004, beliau juga termasuk trainer
internasional, unsur Ketua Majlis Ulama Indonesia Jawa Timur, Ketua Dewan
Pengawas Syariah Bank Jatim (2011-sekarang), Konsultan Pendidikan Yayasan
Khadijah (2011-sekarang), Pengisi Mimbar Islam di TVRI Jatim, Kajian Terapi
Shalat Bahagia di RRI Jakarta pro. 1 dan 4 (91.2 FM dan 92.8 FM) dan Radio El
Victor Surabaya 93.3 FM, beliau juga Pendakwah internasional sekaligus Imam
shalat taraweh yang sudah berkeliling di Benua Asia, Eropa bahkan Afrika,
seperti umat islam di Hongkong, Macau, Senzhen, Taiwan (2000-sekarang),
Malaysia (2004), Jepang (2006 dan 2013), Iran (2008,2009,2010),
Mauritius-Afrika (2000), Inggris (2005), Belanda (2007), Bangladesh (2013,
2014, 2015) dan Nepal (2015). Di PTSB lah ini orang bisa merasakan dahsyatnya
kekuatan energy sholat.
PTSB ini merupakan implementasi dari buku 60 menit terapi sholat
bahagia karya Prof. H. Moh. Ali Aziz M. Ag dan di sisi lain hal ini dilatarbelakangi
beliau juga pernah merasakn sakit. Hal inilah yang membuat beliau ingin
menjadikan sholat sebagai sarana untuk terapi penyembuhan dan mendapatkan kedahsyatan pengaruh shalat
terhadap kehidupan manusia dengan kata kunci SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk
AKSI SOSIAL. Hal ini sesuai dengan keinginan beliau untuk menjembatani arti yang penuh dengan makna yaitu
panggilan hayya ‘alas shalah (ayo
shalat) menuju hayya ‘alal falah (ayo
sukses dan bahagia). Kebanyakan orang-orang berfikiran bahwa hayya ‘alal falaah
hanya berarti mari menuju kemenangan, sebenarnya lebih dari itu PTSB ini ingin konsrtibusi bagi umat islam
untuk memberikan bimbingan dan pelatihan/pendalaman serta praktek sholat agar para peserta bisa lebih
kuat dan bisa memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah, percaya diri, optimis.
Ribuan orang di Indonesia, Amerika Serikat, Kanada,
Belanda, Swiss, Belgia, Tokyo, Taiwan, Hong Kong, Bangladesh dan sebagainya
telah mengikuti pelatihan terapi sholat bahagia ini. Mereka merasakan
kenikmatan shalat, berfikir positif, dan optimis menjalani hidup, bahkan
sebagian sembuh dari penyakit bersamaan dengan pengobatan oleh dokter. Di
sinilah kita mnegetahui bahwa pada
dasarnya tujuan utama sholat adalah kokohnya mindset T2Q (Tawakkal,
tumakininah, dan qona’ah). Banyak dari peserta dari PTSB ini yang mengalami
perubahan secara berangsur-angsur. Beliau sudah banyak membuktikannya dengan
berbagai laporan dari beberapa peserta yang telah mengalami perubahan baik itu
penyakit baik penyakit kepala, penyakit organ dalam, ataupun penyakit phobia
dengan hal-hal tertentu. Beliau telah mengadakan kegiatan pendalaman/pelatihan
terapi sholat bahagia di berbagai tempat di Indonesia, Kawasan Asia atau bahkan
di Eropa. Ada 59 PTSB antara lain Seperti TSB Masjid Wanchai Hong Kong PTSB
Masjid Besar Taichung PTSB Mushalla FKPIT Yilan Taiwan, PTSB Freeport, PTSB Aula Kendedes Luzhou Taipei PTSB Bappeprov Jatim, PTSB
Dokter/karyawan/umum RS Haji Surabaya PTSB (Angkatan I-V) Masjid Al Qolbu
Sidoarjo, PTSB Guru-Guru Teladan Tuban, PTSB Guru-guru SMA Khadijah Surabaya,
PTSB Lembaga-lembaga Sosial Khadijah.
Pendalaman terapi sholat bahagia (PTSB) ini sangat sesuai dengan yang
diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan beliau sendiri
memberikan perhatian ekstra terhadap masalah shalat. Beliau Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam memberikan contoh pelaksanaannya secara detail, dari awal
sampai akhir, dari takbir sampai salam. Ini semua menunjukkan pentingnya shalat
dalam Islam. Harusnya ini sudah sepatutnya menjadikan sholat sebagai motivasi
bagi kita khususnya kaum Muslimin untuk selalu bersemangat dalam melaksanakan
kegiatan sehari-hari. Terlebih jika kita memperhatikan berbagai keitimewaan
shalat, maka tidak ada alasan lagi bagi kita untuk bermalas-malasan dalam
melaksanakannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَجُعِلَتْ قُرَّةَ عَيْنٍ فِيْ الصَّلَاةِ
“dan telah dijadikan penghibur (penghias) hatiku
(kebahagiaanku) pada shalat.” (HR. An-Nasai. Shalat merupakan
ibadah yang sangat dicintai Allah, dialah amal yang merupakan salah satu dari lima rukun Islam. Ciri utama seorang mukmin
sejati adalah menegakkan shalat wajib yang lima waktu dan ibadah tersebut
dilakukan dengan keimanan karena mengharap ridha-Nya. Dengan harapan amalan yang mulia ini agar diterima di sisi
Allah swt. Maka harus kita sepatutnya
meneladani dan mencontoh bagaimana petunjuk Allah dan Rasul-Nya dalam
melakukannya baik itu gerakan maupun bacaannya. Shalat yang dilakukan dengan
benar dan ikhlas, akan membuat hati bahagia, jiwa damai, dan menghilangkah
kegelisahan hidup. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat
bersungguh-sungguh dalam mengerjakan shalat baik dalam keadaan lapang, maupun
saat terhimpit suatu masalah. Dari sahabat Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu,
ia berkata: “Bila kedatangan masalah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan
shalat.” (HR. Ahmad) Shalat adalah media penting untuk mendekatkan diri pada
Allah Ta’ala,
lebih-lebih saat sujud, ia akan merasa semakin dekat dengan Allah Ta’ala.
Allah-lah tempat hamba mengadu, memohon pertolongan dan hati seorang mukmin
akan tenteram ketika shalat. Oleh karena itu, kita diperintahkan Allah Ta’ala untuk
memperbanyak doa dan permohonan kepada-Nya dengan shalat ketika jiwa kita
galau, cemas, merasa gundah, dan mengalami berbagai kesulitan hidup yang
menghimpit. Beliau juga berkata kepada sahabat Bilal radhiyallahu
‘anhu: “Wahai Bilal, kumandangkan iqamah shalat, buatlah kami
tenang dengannya.” (Dihasankan al-Albani).
Dr. Hasan bin Ahmad bin Hasan al-Fakki
berkata, ”Tatkala shalat dijadikan sebagai pembangkit ketenangan dan
ketenteraman (jiwa) serta sebagai terapi psikologis maka tidak mengherankan
jika sebagian dokter jiwa menganggapnya sebagai terapi utama dalam penyembuhan
para pasien penyakit jiwa. Salah seorang di antara mereka ada yang mengatakan
bahwa sepertinya shalat ini salah satu terapi yang mampu mendatangkan
kehangatan jiwa manusia. Sesungguhnya shalat bisa menjauhkan dirimu dari segala
kesibukan yang membuatmu gundah dan resah. Shalat ini pun mampu membuatmu
merasa tidak menyendiri dalam hidup ini dan mampu membuatmu merasakan bahwa
Allah menyertaimu. Di samping itu, ternyata shalat mampu memberimu kekuatan
dalam bekerja, yang sebelumnya dirimu tidak mampu berbuat apa-apa. Maka
pergilah ke kamar tidurmu! Lalu mulailah melakukan shalat untuk menghadap
Rabbmu.” (Ahkam al-Adwiyah
Fii asy-Syari’ah al–Islamiyah, hlm. 549-550)
Sungguh beruntung dan bahagia seorang mukmin
ketika shalat yang dilakukan dengan khusyuk dan jiwanya menjadi tenang karena
ia berkomunikasi dengan tuhannya. Dzat yang mampu menyingkirkan kesulitan dan
Dzat yang selalu memberi kebahagiaan hidup dunia dan akhirat. Ibnu al-Qayyim
menjelaskan faedah shalat. Beliau mengatakan bahwa shalat termasuk faktor
dominan dalam mendatangkan maslahat dunia dan akhirat, serta menyingkirkan
keburukan dunia dan akhirat. Ia menghalangi dari dosa, menolak penyakit hati,
mengusir kelukaan fisik, menerangi kalbu, mencerahkan wajah, menyegarkan
anggota tubuh dan jiwa, dan memelihara kenikmatan, menepis siksa, menurunkan
rahmat, dan menyibak tabir permasalahan.”
Sudah menjadi kewajiban bagi umat Islam untuk menjalankan salat
lima waktu. Banyak pelajaran yang kita ambil di dalam setiap gerakan sholat. Tak
hanya sebagai sarana beribadah, gerakan salat juga diyakini memiliki banyak manfaat
bagi kesehatan tubuh menurut riset sains yaitu sebagai berikut:
1. Takbiratul
Ihram : Mengangkat kedua tangan sampai posisi tangan sejajar dengan telinga.
Lalu didekapkan dibawah dada atau perut. Makna mengangkat tangan ketika takbir adalah menunjukan bahwa seorang
hamba itu seakan-akan tenggelam dalam lautan kesalahan-kesalahan dan
kemaksiatan. Oleh sebab itu, ia mengangkat kedua tangannya seakan ia mengatakan
“Wahai Tuhanku, ambillah kedua tanganku, sungguh aku sedang tenggelam dalam
lautan kesalahan-kesalahan dan kemaksiatan yang telah lari dari-Mu dan ingin
menuju-Mu.” Sedangkan bacaan (Al-Fatihah dan surah) adalah suatu teguran atau
komunikasi antara seorang hamba dengan Tuhannya. Manfaat : dapat
memperlancar aliran darah dan getah bening didalam tubuh. Selain itu juga dapat
memperkuat otot bagian tangan, dimana hal tersebut dikarenakan oleh gerakan
mengangkat tangan yang dapat meregangkan otot bagian tangan.
2.
Rukuk
: Dimana posisi tubuh kita pada saat rukuk itu membungkuk dengan sudut 45
derajat dan posisi tangan membentuk siku dengan menahan ke bagian paha atau
lutut kaki. makna ruku’ adalah
seakan-akan seorang yang sedang melaksanakan shalat itu mengatakan, “Akulah
hamba-Mu, dan sungguh aku telah menghamparkan tanganku kepadaMu.” Manfaat
: dapat menjaga struktur tulang belakang kita dalam posisi yang tegak atau
sempurna, dan juga menjaga posisi saraf pusat tetap baik. Selain itu juga dapat
memperlancar aliaran darah dari otak ke seluruh bagian tubuh.
3. I'tidal
: Posisi tubuh kita bangkit dan berdiri tegak sesaat. makna berdiri dari ruku’ disertai dengan mengucapkan
rabbanaa lakal hamdu (Ya Tuhan kami, segala puji bagiMu) adalah suatu
permohonan kepada Allah swt. agar dibebaskan dari segala dosa. Lalu Allah swt.
seakan-akan berfirman, “Sungguh aku telah membebaskanmu dari segala dosa.” Manfaat
: membuat pencernaan menjadi lebih bagus, karena gerakan ini berporos pada
bagian perut yang terdapat bermacam-macam organ pencernaan, sehingga perut kita
serasa sedang dipijat.
4.
Sujud
: Dahi menyentuh lantai dengan posisi kedua kaki ditekuk sedangkan tangan juga
menyentuh ke lantai. Makna dari
sujud yang pertama dan diletakkannya dahi di atas tanah adalah seakan-akan
seorang hamba itu berkata, “Dari tanahlah Engkau menciptakanku.” Kemudian makna
sujud yang kedua adalah seakan-akan ia mengatakan, “Dan di dalamnya lah Engkau
akan mengembalikanku (dikubur di dalam tanah ketika meninggal dunia)”. Manfaat
: membuat aliran darah yang menuju ke otak menjadi lebih lancar, dan membuat
daya berpikir seseorang akan menjadi lebih baik. Disarankan : ketika sedang
bersujud itu jangan tergesa-gesa atau menggunakan waktu sujud sedikit lebih
lama. Sehingga aliran darah ke otak semakin baik.
5. Duduk
Diantara Dua Sujud : Posisi ini sama dengan Tahiyatul Awal, dengan posisi duduk
dengan kaki sebagai tumpuan.
makna mengangkat kepala dari sujud yang pertama adalah seakan-akan ia
mengatakan, “Darinya (tanah) Engkau mengeluarkanku.” Dan makna bangun dari
sujud yang kedua adalah seakan-akan ia mengatakan, “Dan darinya (tanah) Engkau
mengeluarkanku lagi (dibangkitkan di hari Kiamat untuk dihisab).” Manfaat
: dapat menghilangkan rasa nyeri pada bagian pangkal paha yang menjadikan
seseorang itu akan susah untuk berjalan.
Saatnya kita meraih energi
baru, inspirasi, optimisme, rasa percaya diri dan solusi atas masalah-masalah
belajar Anda melalui terapi shalat. Mungkin ketika kita tiba-tiba tidak mood
belajar, sulit menghafal, minder dalam kelas dan pergaulan, menghadapi dosen
killer, HP, game dan internet, kekurangan biaya, belajar sambil bekerja aktif
organisasi, dan sebagainya. Mulailah dari sekarang kita rajin sholat apapun
sholat itu dan terbitkan harapan-harapan baru bersamaan dengan terbitnya
mentari setiap pagi. Benamkan semua masalah Anda bersamaan dengan terbenamnya
mentari di sore hari. Selamat bersiap menyambut masa depan yang cemerlang dan
membanggakan. Semoga
shalat yang selalu kita lakukan mampu membuat kita menjadi hamba-Nya yang
banyak bersyukur, membuat hati lebih tunduk pada Allah, dan membersihkan hati
dari penyakit hati sehingga tenang dan damai dalam menghambakan diri
pada-Nya. Aamiin.